WELCOME...!

WELCOME TO MY EXP BLOG's

Monday, August 17, 2009

Saingi Twitter, Facebook Ciptakan Lite


Facebook telah memulai sebuah layanan baru untuk membuat layout lebih menarik. Untuk menambah kecepatan proses melihat situs jejaring social tersebut, sebelumnya terkendala dengan koneksi Internet broadband yang terbatas, kini Facebook sudah menggunakan Facebook Lite yang akan menjadi rival Twitter. Layanan microblogging Twitter sendiri lebih menampilkan satu kalimat untuk update mengenai apa yang dilakukan user. Sedangkan di halaman Facebook, update status user dapat lebih luas, termasuk ke deskripsi, foto dan beberapa aplikasi lainnya.

Sejumlah pengguna Facebook bahkan sudah di-invite untuk mengetes layanan Facebook Lite tersebut. Facebook mengatakan bahwa layanan Facebook Lite tersebut masih dalam tahap trial dan belum akan diluncurkan ke seluruh pengguna Facebook di dunia. “Kami masih menguji layanan alternatif yang simple ini untuk Facebook.com yang memiliki beberapa fitur yang cepat dan efisien. Sama seperti Facebook di mobile phone, Facebook Lite merupakan layanan dengan loading yang cepat, agar user mudah membuat komentar, menerima request Friend, menulis di Wall user lainnya, melihat foto dan mengupdate status.” ungkap Facebook.

“Kami tidak membuka akses lite.facebook.com untuk semua user saat ini. User yang tidak menjadi bagian dari uji coba tersebut dan mencoba mengakses Facebook Lite, akan diarahkan langsung ke situs Facebook.com seperti biasanya.” tambah Facebook.

Sebab'' Lambatnya Akses Internet Asia?


Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa akses Internet pagi ini termasuk Internet internasional menjadi sangat lambat. Hal tersebut disebabkan putusnya salah satu kabel bawah laut APCN2 (Asia-Pacific Cable Network 2), karena kesalahan di segmen 7 APCN2 yakni antara bentang Shantou China dan Tanshui Taiwan. Sedangkan menurut TM NET terjadi pula perbaikan untuk segmen APCN2 yang diperkirakan akan selesai di tanggal Kamis (13/08) ini.

Sementara itu, data dalam TrafficReport.com menunjukkan bahwa gerbang data Internet SigTel di Singapura hanya mencapai 34 poin, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata globalnya. Sing Tel merupakan penyedia Internet pertama yang mengetahui adanya kecepatan akses yang mulai melambat dan mendeteksi adanya loss packet data, sejak Selasa (11/08) lalu. Akses Internet di Singapura tersebut juga sempat mengganggu dan terhenti di beberapa negara Asia.

Nokia Siapkan Internet Tablet RX-51 Berbasis Linux


Nokia, vendor ponsel ternama telah merilis device Internet tablet generasi selanjutnya. Device Internet tablet tersebut menurut rencana akan ditujukan untuk mengaplikasikan Maemo 5. Maemo 5 merupakan system operasi versi baru untuk Internet tablet berbasis Linux, yang diumumkan dalam acara Open Source in Mobile tahun lalu di Berlin. Nokia berencana untuk memasangkan Internet tablet terbarunya itu dengan sebuah device yang terkoneksi dengan 3G dan processor OMAP3. Sejak Internet tablet Nokia diumumkan, Linux mobile kini semakin dikenal terutama bila nantinya sudah diaplikasikan di device berbasis Maemo 5.

Product Internet tablet Nokia tersebut dinamakan RX-51, yang tampil dengan system Maemo 5. Source code Maemo 5 juga menyediakan beberapa clue mengenai RX-51 tahun lalu. Gambar yang ada mengindikasikan bahwa device Nokia RX-51 tersebut bukan merupakan ponsel, dan tidak hanya sekedar web tablet seperti seri sebelumnya. Device Internet tablet Nokia RX-51 telah merefleksikan strategi Nokia untuk mengembangkan Linux di produknya. Pembuat handset tersebut juga membuat project ofono di tahun lalu, yang berupa telepon lengkap untuk platform Linux mobile. Adanya ofono dan komitmen Nokia untuk memasanga Maemo di Internet tablet RX-51 kini justru memunculkan banyak pertanyaan mengenai konsistensi Nokia untuk system operasi mobile miliknya yang lain, Symbian.

Product Maemo 5 memang sedang dikembangkan Nokia untuk market konsumen, namun untuk menggantikan posisi Symbian mungkin diperlukan waktu transisi yang cukup lama, Hal tersebut dikarenakan, Symbian menjadi platform smartphone dominan di dunia. Walaupun begitu, Nokia menganggap masih ada kesempatan untuk perlahan bergeser ke Maemo. Sebagai tambahan, Nokia juga sedang menjalin kerja sama dengan Intel untuk membuat suatu mobile device kelas baru. Dengan adanya rencana untuk mengirim Maemo ke Internet tablet, tampaknya Nokia ingin memperluas kriteria produk yang support dengan Maemo. Sedangkan Symbian lebih kepada product smartphone standard yang lebih konvensional.

Sunday, August 9, 2009

DDoS Serang Twitter, Facebook, dan Google Bersamaan


Serangan cyber telah menimpa Twitter, Facebook, dan Google, dengan mengganggu layanan Twitter dan menyebabkan kekacauan di Facebook dan Google. Twitter mengalami down lebih dari satu jam di hari Kamis (06/8) pagi, sebelum perusahaan yang berbasis di California tersebut kembali online. “Serangan DDoS (Distributed Denial of Service) tersebut memang sempat mengganggu layanan kami, walaupun kami sudah me-recover secara lengkap.” ungkap co-founder Twitter, Biz Stone. Bahkan, hingga Kamis sore, walaupun sudah di-recover, serangan masih terjadi dan masih sporadic sehingga beberapa orang tidak bisa posting ataau follow dari Twitter.

Sementara Facebook juga mengalami gangguan yang sama di Kamis pagi. “Tidak ada data pengguna yang terinfeksi dan kami sudah me-restore full akses ke situs Facebook untuk user. Namun, kami juga tetap memantau situasi.” ungkap juru bicara Facebook, Brandee Barker. Sementara itu, serangan yang sama juga menimpa website Google, namun Google berhasil menangkisnya. “System Google mampu mencegah adanya serangan yang berimbas kepada layanan kami. Kemudian kami mengajak perusahaan lain yang terkena DDoS untuk menangani serangan tersebut.” ungkap juru bicara Google, Nate Tyler. Untuk itu, Facebook, Twitter dan Google kemudian bekerja sama untuk menginvestigasi serangan DDoS tersebut.

DDoS sendiri merupakan serangan dari hacker yang menggunakan beberapa computer ‘zombie’ yang terinfeksi dengan virus, yang dikomando untuk mengunjungi sebuah website secara bersamaan. Akibatnya adalah dapat mengganggu server website, memperlambat kinerja layanan atau mematikan website. Serangan DDoS menghampiri Twitter sekitar pukul 6:00 am waktu local dan menyebabkan layanan tersebut down secara temporer. Kemudian akses ke website Twitter menjadi lambat dan memberikan pesan kepada user bahwa koneksi sedang ‘timed out’ karena Twitter terlalu lama merespon.

Robot Morolipi v1.0, Bantu Densus 88 Tangkap Teroris


Setelah melakukan penggerebekan yang sukses sejak, Jumat (07/8) sore kemarin di sebuah rumah yang diduga sebagai markas teroris Nurdin M Top di dusun Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, kinerja Densus 88 AntiTeror, dan Mabes Polri juga didukung oleh sebuah robot pengintai. Penggunaan robot oleh Tim Gegana Polri telah dilakukan sejak lama, walaupun produk tersebut masih merupakan produk asing yang berasal dari Inggris.

Robot pengintai tersebut diberi nama Morolipi v1.0, sebuah mobil robot penjinak bom yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di tahun 2004, kemudian dilanjutkan hingga tahun 2008. Robot Morolipi v1.0 tersebut dirancang dengan panjang 1 meter danlebar 1 meter, tinggi 90 cm dan bobot 80-100 kg. Robot Morolipi v1.0 tersebut digunakan untuk membantu tim penjinak bom, karena mampu berjalan di permukaan yang datar ataupun menaiki tangga dengan kecepatan 3 meter per detik tanpa menggunakan energi karena menggunakan kopling elektrik. Robot pengintai Morolipi v1.0 tersebut memiliki dua ruas lengan dengan panjang 70cm dan dapat bergerak bebas ke lima arah, berputar 360 derajat, juga menekuk, serta terdapat gripper sebagai alat penjepit dan pemotong kabel di bagian ujung lengannya.

Device robot Morolipi v1.0 ini didukung dengan camera, sensor inframerah, pengontrol artikulator dan artikulator yang dapat mengirimkan detail gambar ke komputer, dan Morolipi v1.0 dapat dikendalikan dengan jarak maksimal 6km dengan menggunakan tongkat pengendali atau joystick. Menurut LIPI, Morolipi v1.0 memiliki rangkaian elektronik penggerak mulai kontak dengan roda penggerak, lengan, kopling elektronika mekanisme melewati tangga, serta pengontrol supervisor untuk memudahkan pengoperasian. Morolipi v1.0 juga dapat memotong kabel berukuran 2 mm yang mengalirkan arus listrik itu sebelum sampai ke bahan peledak. Kecepatan robot tersebut untuk menjinakkan bom sangat tergantung kecepatan operator untuk mengendalikannya. Bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan robot berupa aki listrik. Morolipi v1.0 memiliki 4 roda vespa delapan inci, plus sabuk roda untuk membantu menaiki tangga tanpa terpeleset. Menurut pihak LIPI, robot pengintai Morolipi v1.0 tersebut memiliki harga lebih murah 50 persen dibanding robot penjinak bom import yang mencapai harga Rp1 miliar per unitnya.

Setelah Morolipi v1.0, kini LIPI juga sedang mengembangkan versi kedua dari Morolipi, yang akan dimunculkan pada acara HUT LIPI 23 Agustus mendatang. Untuk versi kedua, menurut LIPI akan ditingkatkan kemampuannya untuk membawa senjata api untuk menembak sasaran, sistem pendeteksi bahan peledak, membantu pasukan anti huru-hara untuk mengatasi kerusuhan, dan bahkan melengkapi robot dengan kemampuan membersihkan tangki bahan bakar minyak di pelabuhan.

Search This Blog